Penyebab Berat Badan Susah Turun Walau Sudah Diet

Inilah Penyebab Kenapa Sudah Diet tetapi Berat Badan Susah Turun, Seringkali banyak orang yang mencoba mengurangi kalori harian, dan meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga malah sebaliknya berat badan tak kunjung turun. Apa yang menjadi penyebabnya?

Meskipun Anda mungkin telah menjalankan program diet dengan benar namun hasil dari program diet Anda hampir selalu gagal, mungkin ada beberapa masalah yang masih terkait dengan kesehatan tubuh Anda.

Alasan Kenapa Berat Badan Susah Turun

Mungkin hal inilah yang tanpa sadar, seringkali dilakukan oleh kebanyakan orang yang ingin beridet namun tubuh tak kunjung langsing meskipun sudah sering olahraga dan mengurangi porsi makannya.

penyebab berat badan susah turun

Bukankah  dengan mengacu pada perhitungaan  kalori maka berat badan tetap akan turun dalam kurun waktu pasti? Kalkulasi sederhana tersebut tidak berlaku untuk tubuh manusia yang  memiliki fungsi cukup rumit dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah sistem endoktrin yang beradaptasi dengan mengatur hormon untuk menjaga keseimbangan pada tubuh. Reaksi tubuh terhadap defisit kalori dalam jangka panjang adalah berusaha  mempertahankan Keseimbangannya melalui mekanisme kompensasi salah satunya dengan menurunkan produksi hormon tiroid yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh untuk  meningkatkan nafsu makan.

Penyabab Kenapa Berat Badan Susah Turun

Maka dari itu selain menjalankan program diet menurunkan berat badan, namun Anda juga sebaiknya mengetahui beberapa masalah yang dapat mempengaruhi berat badan Anda. Seperti yang dikutip dari Idiva dan sumber lainnya, simak uraian lengkapnya dibawah ini!

1.) Adaptive thermogenesis

Penguranggan kalori akan menyebabkan metabolisme menyesuaikan tubuh terhadap perubahan  yang terjadi, kondisi ini disebut adaptive thermogenesis yang populernya disebut dengan survival mode, Mengapa? Karna respons tubuh yang bagus membantu menolong  manusia disaat krisis sumber makanan tidak tersedia. Tetapi pada masa sekarang merupakan mimpi buruk bagi mereka yang berusaha menurunkan berat badan.

‟ Menurunnya metabolisme otomatis membuat kebutuhan kalori harian juga ikut menurun sehingga tubuh membutuhkan asupan makanan lebih sedikit untuk bertahan hidup ”.

Dengan kondisi  tubuh  yang  hanya  membutuhkan sedikit makanan, makan dengan jumlah kalori yang sama besarnya seperti sebelum memulai diet pun sudah berpotensi menyebabkan surplus kalori.

Adaptive Thermogenesis pasti dialami oleh orang yang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan sekalipun penguranggan kalori hariannya sudah dirancang tidak besar. Ini karena penurunan berat badan tetap akan memiliki efek samping terhadap metabolisme tubuh.

2.) Kurang Tidur
Apabila tubuh kurang tidur dan tidak mencukupi waktu istirahatnya maka hormon yang ada dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Ini dikarenakan metabolisme tubuh menjadi terpengaruh dan menyebabkan naiknya berat badan Anda. Apabila tubuh kurang tidur maka makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dengan baik. Disamping itu, bagi orang yang memiliki insomnia atau sudah tidur dimalam hari apalagi ditambah dengan mengkonsumsi kopi maka akan membuat tubuh semakin tidak sehat.

Maka dari itu, Anda disarankan untuk memenuhi waktu istirahat Anda sekitar tujuh sampai delapan jam setiap harinya. Sebisa mungkin hindari konsumsi kafein pada sore hingga malam hari dan sebaiknya kebiasaan menonton tivi dan memainkan gadget dihindari diwaktu Anda akan tidur.

3.) Depresi
Depresi menjadi hal bisa menghambat tubuh Anda menjadi langsing. Hal ini karena banyak orang yang ketika depresi akan cenderung mengkonsumsi banyak makanan. Selain itu, ketika mengkonsumsi obat anti-depresi akan membuat keinginan makan menjadi semakin bertambah.

Anda sebaiknya bisa mengontrol keinginan untuk makan dengan sewajarnya saja. Lebih dianjurkan mengkonsumsi makanan-makanan sehat seperti buah, almond sehingga berat badan tidak semakin bertambah.

4.) Faktor Gaya Hidup

Untuk mempertahankan berat badan yang ideal tentunya dibutuhkan perubahan gaya hidup dan pola makan yang baik dalam jangka panjang. Dengan melakukan konsep jangka pendek seperti on diet dan off diet hanya  akan  menyebabkan berat badan naik turun secara  tidak  teratur sehingga berpotensi mengalami sindrom yoyo dimana berat badan gampang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan secara drastis sehingga sangat berbahaya untuk kesehatan dan juga penampilan fisik.Ini karena penurunan berat badan tetap akan memiliki efek samping terhadap  metabolisme tubuh.

Gaya hidup yang serba mudah dan berkurangnya aktivitas fisik memiliki andil besar mengapa semakin banyak orang mengalami kegemukan banyaknya cabang restoran cepat saji, perilaku konsumtif juga merupakan kontributor utama permasalahan ini besar.

5.) Stress
Ketika seseorang mengalami stres, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak koristol, yang menjadi pemicu timbulnya rasa lapar. Ketika, seseorang mengalami stres maka akan cenderung dan tergonda dengan makanan-makanan yang kurang sehat seperti misalnya junk food dan makanan tak sehat lainnya yang kemudian akan menyebabkan bertumpuknya lemak di pinggang dan perut Anda.

Maka dari itu, meskipun Anda sedang mengalami stress, jangan sampai Anda mengkonsumsi makanan-makanan tak sehat seperti junk food dan jenis makanan/minuman tak sehat lainnya. Jika Anda tetap kekeuh, Anda harus siap menanggung efeknya.

6.) Hipotiroid
Ketika tubuh kekurangan hormon tiroid sehingga menjadikan efek kurang aktif disebut juga dengan Hipotiroid. Jika tubuh terkena hipotiroid maka akan menaikan berat badan karena turunnya metabolisme tubuh. Jika tubuh terkena hipotiroid bisa dilakukan perawatan agar hormon tiroid bissa menjadi seimbang kembali dan metabolisme tubuh bisa kembali normal dan berat badan Anda akan kembali normal.

Gejala hipotiroid pada seseorang dapat diketahui dari gejala cepat lelahnya tubuh, kulit menjadi kering, sembelit dan kerontokan pada rambut. Maka dari itu, jika Anda terkena hipotiroid sebaiknya langsung memeriksakan diri pada dokter dan lakukan periksa darah.

7.) Polycystic Ovary Syndrome
Pada wanita, banyak yang mengalami berat badan yang berlebih karena mereka terserang sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Pada saat masa produktif wanita PCOS adalah gangguan hormonal yang cukup umum. Orang yang menderita PCOS mempunyai resistensi terhadap insulin seperti pada pasien diabetes.

PCOS akan membuat sulit perubahan pada hormon testosterone laki-laki dan ovarium ke hormon esterogen perempuan. Tingkat testosteron pada tubuh akan menjadikan penderitanya menambah berat badan dan memiliki efek resisten pada insulin sehingga mempunyai efek yang hampir sama dikarenakan tubuh tidak dapat memanfaatkan kalori yang diambil.

Bagi orang yang menderita PCOS disarankan untuk memeriksakan diri kedokter agar diberi obat yang tepat sehingga insulin dapat turun dan hormon dalam tubuh bisa seimbang. Selain itu, sering olahraga minimal dua kali dalam seminggu juga disarankan bagi penderita PCOS.

8.) Makan Pada Malam Hari
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa makanan yang dimakan ketika satu sampai dua jam sebelum Anda tidur akan membuat kalori yang dihasilkan dari makanan tersebut dua kali lebih berpengaruh jika dibandingkan dengan konsumsi makanan pada waktu lainnya, yaitu sebelum jam tujuh pada malam hari. Ini disebabkan karena pada saat tidur, tubuh tidak dapat mencerna makanan dengan baik sehingga kalori yang ada tubuh akan menjadi lemak yang mengendap.

Maka dari itu, Anda sebaiknya membiasakan diri makan pada waktu yang tepat. Selain itu, konsumsi makanan dengan wajar saja dan jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan sehat agar kebutuhan gizi harian Anda tercukupi.

9.) Minum selain Air Putih
Makanan ketika berdiet merupakan perhatian yang utama. Bahkan, tak hanya makanan yang bisa membuat seseorang gemuk, namuan juga minuman berpotensi memicu kegemukan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan Anda, sebaiknya hindari minuman seperti soft drink, dan minuman yang memiliki kandungan gula, milkshake dan minuman jenis lainnya. Minuman bentuk seperti ini bisa membuat kalori yang masuk ke tubuh menjadi berkali-kali lipat.

Cara mengatasinya yaitu dengan mengkonsumsi air mineral atau air putih apabila Anda ingin menurunkan berat badan Anda. Jika ingin mengkonsumsi jus buah, sbeaiknya jus dibuat sendiri, karena produk jus kemasan mengandung gula yang berlebih. Air putih dipilih karena memiliki kalori nol.

Nah, dengan mengetahui Penyabab Kenapa Berat Badan Tidak Juga Turun, Anda sebisa mungkin untuk menghindarinya ketika dalam program menurunkan berat badan Anda sehingga dalam waktu yang cepat Anda bisa memiliki tubuh yang ideal.

Menurunkan berat badan diperlukan komitmen yang tinggi dan tidak setengah-setengah agar Anda bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, jangan siksa tubuh Anda dengan diet yang terlalu extrim karena bagaimanapun kesehatan ketika berdiet merupakan hal yang paling utama. Hal ini dikarenakan, ketika Anda berdiet dan misalkan jatuh sakit, maka diet yang Anda lakukan akan sia-sia karena ketika sakit mungkin asupan makanan akan menjadi lebih banyak.

Baca Juga : Menu Diet Sehat dalam Seminggu

Nah dari uraian saya diatas, silahkan Anda introfeksi diri kemungkinan salah satu penyebab utama diet gagal. Terima kasih telah membaca artikel Penyebab Berat Badan Susah Turun Walau sudah Diet. Semoga bermanfaat

Penyebab Berat Badan Susah Turun Walau Sudah Diet | admin | 4.5